Postingan

Menampilkan postingan dengan label nulisyuk

Day 26 of 30 Nulisyuk Batch 36

Sidoarjo, 06102019 Bismillahirrahmanirrahim. “Mas, liat deh, bagus gak?” si istri nunjukin gambar tas dari aplikasi belanja online di hape. “Kenapa emangnya?” “Mentang-mentang punya bayi, masa kemana-mana bawanya tas bayi terus? Pingin aku tas kayak gini, seneng aku liatnya.” “Gak ada duitnya, kan kemaren baru abis beli kebaya.” “Kan masih ada duit di atm-ku” “Ya jangan gitu lah, kan udah diatur.” “Yaudah gak usah.” Si istri ngambek. Malas ngomong. Kenapa? Duit istri kan duitnya sendiri? Kenapa gak boleh belanja buat dirinya sendiri? Kenapa? Apa karena suaminya yang punya wewenang penuh mengatur duit keluarga, lalu si istri benar-benar gak boleh pake uangnya sendiri untuk hal yang diinginkannya? Ayolah bu, sebagai seorang istri, janganlah bertingkah egois. Untuk apa tas itu? Sebegitu pentingnya kah? Coba lihat di lemari, tas sebanyak itu apa dipake semua? Oh, dunia hanyalah permainan dan senda gurau. Hanya karena sebuah tas bisa menjadi masalah antara suami istr...

Day 24 of 30 Nulisyuk Batch 36

Sidoarjo, 04102019 Bismillahirrahmanirrahim. Sudah masuk hari ke-24. Semalam ditanyain sama adik ipar. “Gimana sudah jadi bukunya?” Aku beralasan, “ini kan masih kursus, belum proyek bikin buku, masih latihan.” Tadi siang liat status instagram nulisyuk. “Gimana kalo Nulisyuk Batch 39 fokus untuk nulis satu buku alias buku solo.” “Gimana mas?” aku minta pendapat ke Mas Bojo “Ya kalo mau, daftar aja. Tapi daftar tu gampang ya.” “Iyalah, kalo cuma daftar gampang. Memulai sampai akhir, apa aku bisa?” Kekhawatiranku seperti saat awal mengikuti kelas Nulisyuk Batch 36 ini. Mendaftar saja itu mudah. Untuk memulai memang sangat gampang. Bertahan? Butuh perjuangan. Dan bertahan saja tidak cukup. Apakah selama ini dikerjakan dengan maksimal? Hasilnya gimana? Sudah sangat baikkah? Mungkin bisa dikatakan sudah bisa merutinkan hingga hari ke-24 ini, tapi tidak jarang dikerjakan seadanya. Hingga saat ini aku belum rela mengorbankan waktu untuk bersama anak dan keluarga. M...

Day 19 of 30 Nulisyuk Batch 36

Sidoarjo, 29092019 Bismillahirrahmanirrahim. Bingung mau nulis apa. Baru abis baca, sedih ceritanya. Cerita tentang pengorbanan seorang ibu. Sebagai seorang ibu baru, masih muda, aku belum ada apa-apanya dibanding ibu yang ada dicerita itu. Apalagi dibandingkan ibuku atau ibunya suamiku. Dan aku? Sebagai anak, bakti apa yang sudah ku lakukan? Belum genap baktiku pada ibuku, aku sudah mengalihkan baktiku kepada seorang lelaki yang ku sebut dia suami. “Jangan pernah membenci mamak kau, Burlian. Jangan pernah. Karena jika kau tahu sedikit saja apa yang telah ku lakukan demi kau, Amelia, Kak Pukat, dan Kak Eli, maka yang kau tahu itu sejatinya bahkan belum sepersepuluh dari pengorbanan, rasa cinta, serta rasa sayangnya kepada kalian.” - Kalimat bapak kepada Burlian - - Si Anak Spesial, Tere Liye - Astaghfirullah.. Ampuni aku ya Allah. Ampuni aku. Dulu aku pernah membenci Mama dan Abah. Bahkan kebencian itu ku tuliskan dalam diary-ku, dulu. Tanya saja pada Mas Bojo, dia pe...