Postingan

Menampilkan postingan dengan label indonesia

[Resensi Buku #6] Guru Aini - Andrea Hirata

Gambar
Judul Buku : Guru Aini Penulis : Andrea Hirata Penerbit : PT Bentang Pustaka Tahun Terbit : Februari 2020, Cetakan Pertama Dimensi : xii + 336 hlm. ; 20,5 cm Harga : Rp 94.150,- (harga promo + dapat gantungan kunci sepatu) "Mengajarimu matematika macam mengajari ayam mengeong!" bentak Guru Desi kalau sudah tak tahan menjejal-jejalkan ilmu ke dalam kepala Aini. Ai, matematika, mengapa kau sulit sekali?! Mengapa aku tak kunjung mengerti?! Dari manakah angka-angka ini bermula? Kemanakah mereka akan pergi?! Bab : Bagaimana Kau Bisa Lupa Sesuatu yang Kau Tak Pernah Tahu? hal.:170-171 Memang Andrea Hirata ini novelis handal dan berpengalaman, bisa-bisanya kisah seorang guru, murid dan pelajaran matematika bisa menjadi ide cerita yang menarik? Novel Guru Aini merupakan prekuel novel Orang-Orang Biasa. Prekuel adalah istilah yang masih asing bagiku sebelum mulai membaca novel ini. Prekuel  dalam karya sastra, drama dan film adalah sebuah karya yang ceritan...

[Travelogue #1-4] Transit - Reuni Dadakan

Sama seperti keberangkatannya, perjalanan pulang dari Bima tidak bisa langsung sampai Surabaya. Dari Bandara Sultan M. Salahuddin Bima kita harus naik pesawat selama 1 jam ke Bandara Internasional Lombok (BIL) terlebih dahulu. Setelah berganti pesawat di Lombok barulah kita bisa melanjutkan perjalanan selama 1 jam untuk bisa kembali ke Bandara Internasional Juanda Surabaya. Entah kenapa tidak ada penerbangan langsung Surabaya - Bima, mungkin karena belum begitu ramai masyarakat Surabaya yang mau berkunjung ke Bima. Tapi tak masalah, toh transit tidak harus selalu menunggu di bandara hingga bosan. Seperti waktu itu, untuk bisa kembali dari Bima ke kota Pahlawan, kami harus transit selama 6 jam di Lombok. Tidak sedikit pengalaman yang ku dapat. Suamiku, sebut saja Mas Bojo, sebelumnya sudah pernah berkunjung ke Lombok dalam rangka perjalanan dinas, pada akhir 2018. Namanya juga perjalanan dinas kan, apalagi bersama rombongan tentu tidak bisa bebas memilih tempat mana yang ingin diku...

[Travelogue #1-3] Bima NTB - Kereta Kuda dan Pak Kusirnya

Tuk tik tak tik tuk tik tak tik tuuuk Tuk tik tak tik tuk tik tak Suara sepatu Kuda 22 Nov 2019 Dua minggu berlalu, aku kembali menjalani aktivitas seperti biasa, sebagai pegawai yang banyak liburnya, hahaha.. Ya, dua minggu yang lalu aku di sana, untuk bisa menginjakkan kaki di kota itu saja aku tak pernah menyangka. Bagiku, sesederhana apa pun kenangannya, masih terus terngiang di kepala. Perbedaan yang paling terasa antara kota Bima dan kota tempat tinggal ku saat ini adalah, di sini penuh sesak kendaraan, sedangkan di sana kita bisa temukan hewan dan "jejak"nya di mana-mana. Ya seperti ceritaku tentang bayi yang mengejar kambing dan 3 ekor anaknya. Warga Bima memang terbiasa melepas begitu saja hewan peliharaan mereka. Jadi saat berkunjung ke kota Bima jangan heran kalo ketemu rombongan kambing atau sapi berkeliaran di jalan raya. Nah, kali ini tentang sebuah kendaraan tradisional, yang berkaitan dengan hewan, yang hingga saat ini masih eksis di Bima. ...

[Travelogue #1-2] Bima, NTB - Museum Asi Mbojo

Museum Asi Mbojo. Menurut bahasa asli, Asi adalah Istana, Mbojo artinya Bima. Untuk bisa sampai di Museum Asi Mbojo, kita hanya perlu menyeberang jalan ke arah Timur dari Lapangan Serasuba. Hari itu Jum'at pagi jam 8 WITA, pintu gerbang museum sudah terbuka, tapi gak ada yang jaga. Trus masuknya bayar gak sih? Terlihat di lapangan area museum banyak muda-mudi berpakaian putih-putih dengan sabuk putih juga, mungkin sedang latihan karate. Satu dua sepeda motor pun keluar masuk gerbang museum. Karena gak ada yang jaga, kami langsung masuk gerbang. Tampak bangunan kayu dominan di cat putih dengan model khas, terlihat di sekitarnya dikelilingi beberapa meriam kuno. Pintu depan bangunan itu baru dibuka, tapi kami tidak langsung masuk. Terlebih dahulu kami mendekat ke sebuah batu besar yang terletak lurus ke arah barat dari pintu masuk. Batu besar itu dilindungi atap daun. Seperti sebuah prasasti, mungkin salinan, berisi maklumat sang Sultan mengenai penyerahan kota Bima ke...

[Travelogue #1-1] Bima NTB - Jalan Raya Tepi Pantai dan Lapangan Serasuba

Bima, 10112019 Jalan raya tepi pantai, Mengejar Kambing di Lapangan Serasuba, Museum Asi Mbojo, Kereta Kuda Benhur dan pak Kusirnya, Kondangan Sahabat, Bayiku di Bima, Salome Goreng dan Oha Santa Pejo, Warung Sasak Tulen. Ternyata banyak hal yang bisa diceritakan dari perjalanan selama 3 malam di Bima. Tidak ada niat untuk berwisata ke sini, tujuan kami hanya untuk menghadiri acara pernikahan Sahabat. *** Dari Bandara M. Salahuddin Bima, kami dijemput kedua calon pengantin dengan Toyota Yaris putih melewati jalan raya tepi pantai. Sepanjang perjalanan di sisi kiri terlihat pantai yang sangat panjang berkelok-kelok, di sisi kanan bukit-bukit dengan pohon-pohon kering. Jalan raya beraspal itu mengikuti bentuk pantainya. "Mau jalan-jalan kemana aja kak?" "Belum tau nih mau kemana, enaknya kemana ya? Kalo pantai dimana yang bagus?" Jujur, sampai pertama kali menginjakkan kaki di Bima, kami memang belum mengatur jadwal keg...

[Resensi Buku #2] Mimpi Itu Gratis

Gambar
Kalo bulan puasa gini, jalan ke mall pasti banyak yang nawarin diskonan. Apalagi baju-baju buat lebaran. Uuuuu ada yang ngasih diskon 20% , 50% , 70% , bahkan ada yang beli 1 gratis 2. Ngiler gak tuh? Tapi yaa sebanyak-banyaknya diskonan baju, paling murah yaa paling dapat 50ribuan satu. Segitu sih kemaren dapetnya, beli baju buat anak di Matahari, hihihi. Teruuuuuss ternyata Gramedia juga gak mau kalah dong bikin bazaar buku murah. Saya malah lebih ngiler nih pengen ambil semuaaa. Yaiyalah, harganya mulai 10ribuan. Baju diskonan 50ribu dapat satu, buku diskonan? 50ribu dapat banyaaaakkk. Uuuuu.. Nah, ini nih salah satu buku diskonan yang aku ambil. Check it out. Judul Buku : Mimpi Itu Gratis Penulis : AyuSha Penerbit : Bhuana Ilmu Populer Kelompok Gramedia Tahun Terbit : 2016 cetakan pertama Dimensi : x + 132 hlm Harga : Rp 10.000,- (harga bazaar siiisstt) Judulnya menarik buatku, makanya pas liat buku ini langsung aku ambil, apalagi di bazaar itu bukunya tinggal s...