Postingan

[Resensi Buku #7] Cinta Semanis Kopi Sepahit Susu

Gambar
Judul Buku : Cinta Semanis Kopi Sepahit Susu Penulis : Bunda Novi atau Novi Istina Penerbit : Bhuana Ilmu Populer Imprint Qibla Tahun Terbit : 2017, Cetakan Pertama Dimensi : ix + 230 hlm. Novi Istina dengan nama pena Bunda Novi , lulusan sarjana Sastra Indonesia di Universitas Negeri Malang, merupakan ketua Forum Lingkar Pena cabang Lumajang, Jawa Timur. Dalam kehidupan sehari-hari Bunda Novi berperan sebagai seorang Ibu, Istri dan Guru, selain itu beliau juga berkecimpung dalam amanah dakwah islam. Bunda Novi selalu mendengarkan lawan bicaranya dengan baik, meski hanya bicara dengan anak kecil, termasuk anaknya sendiri. Ia selalu  mencerna dan menelaah lebih dulu perkataan lawan bicaranya sebelum memberikan jawaban atau komentar yang positif. Cinta Semanis Kopi Sepahit Susu , dari judulnya menurut saya sangat unik, saya pikir buku ini adalah sebuah novel, ternyata bukan. Buku ini berisi 4 bagian, setiap bagiannya berisi bab-bab yang ditulis seperti catatan harian yang cukup meng...

[Resensi Buku #6] Guru Aini - Andrea Hirata

Gambar
Judul Buku : Guru Aini Penulis : Andrea Hirata Penerbit : PT Bentang Pustaka Tahun Terbit : Februari 2020, Cetakan Pertama Dimensi : xii + 336 hlm. ; 20,5 cm Harga : Rp 94.150,- (harga promo + dapat gantungan kunci sepatu) "Mengajarimu matematika macam mengajari ayam mengeong!" bentak Guru Desi kalau sudah tak tahan menjejal-jejalkan ilmu ke dalam kepala Aini. Ai, matematika, mengapa kau sulit sekali?! Mengapa aku tak kunjung mengerti?! Dari manakah angka-angka ini bermula? Kemanakah mereka akan pergi?! Bab : Bagaimana Kau Bisa Lupa Sesuatu yang Kau Tak Pernah Tahu? hal.:170-171 Memang Andrea Hirata ini novelis handal dan berpengalaman, bisa-bisanya kisah seorang guru, murid dan pelajaran matematika bisa menjadi ide cerita yang menarik? Novel Guru Aini merupakan prekuel novel Orang-Orang Biasa. Prekuel adalah istilah yang masih asing bagiku sebelum mulai membaca novel ini. Prekuel  dalam karya sastra, drama dan film adalah sebuah karya yang ceritan...

A Lift-The-Flap Book Sang Teladan Terbaik by Sakeena

Gambar
Pertama kali buka paketnya si ibu langsung terkagum-kagum. Padahal cuma pesen satu buku, tapi spesial banget dikiriminnya, pake pita hijau, ada bonusnya pula, gantungan kunci, topeng merah lengkap dengan talinya, plus selembar poster hitam putih untuk diwarnai.   Saat paketnya baru dibuka Seneng banget anaknya dipakein topeng Disimpen dulu ini, belum saatnya mewarnai Isi bukunya pun tak kalah WOW dibanding luarnya. Subhanallah yaa, penulis dan desainernya super kreatif banget. Ide cerita dari opening sampe ke inti yang mau disampaikan nyambung semua. Background-nya juga menarik banget, setiap halaman di kasih gambar masjid dari negara-negara di dunia, jadi pingin mengunjunginya satu-satu. Dan paling suka sama Lift the Flap - nya, bisa dibikin jadi kayak main tebak-tebakan gitu. Anak saya yang berumur 20 bulan, yang baru belajar ngomong, kalo ditanya "Siapa Teladan Terbaik?" dia udah bisa jawab dengan bahasanya "Amad.. Amad.." (maksudny...

Fokus dan Menikmati Proses (?)

Gambar
  Jika kita ingin tau bagaimana caranya untuk fokus dan menikmati proses, lihatlah seorang bayi manusia. Lihatlah bagaimana saat ia belajar tengkurap, bagaimana saat ia belajar duduk, bagaimana saat ia belajar berdiri hingga akhirnya ia bisa melompat dan berlari. Terjatuh, menangis, lalu bangkit lagi, hingga ia tertawa saat berhasil melakukannya, hingga membuat orangtuanya dan orang-orang sekitar pun turut bahagia melihat keberhasilannya. Kelas menulis berbayar yang ku ikuti mengambang di tengah jalan, target menulis buku solo dalam waktu tiga bulan tak tercapai. Empat belas hari tantangan menulis di rumah saat sedang terjadi wabah, tak mampu ku selesaikan dengan baik. Ada saja alasan untuk  mengatakan "hari ini belum sempat menulis". Aku jadi bertanya dalam hati, "apakah aku benar-benar ingin jadi penulis?". Aku jadi curiga, "Apakah aku memang tidak fokus sehingga tidak menikmati prosesnya?" Ku tanya pada partner hidupku, suamiku, "Fokus d...

Memilih dan Menolak dengan Prinsip

Gambar
Dalam kehidupan sehari-hari, baik pria maupun wanita tentu pernah bahkan sering memilih dan menolak. Dua hal ini berkaitan dengan prinsip yang tertanam dalam diri masing-masing. Jika prinsip itu sudah jelas, maka dengan alasan yang jelas pula seseorang akan lebih mudah dalam memilih atau menolak. Bahkan menolak pun bisa dikatakan sebagai sebuah pilihan, memilih untuk menolak, istilah lainnya berani untuk berkata tidak. Namun tak semudah itu, apalagi bagi seorang wanita, yang setiap gerak langkahnya selalu diiringi dengan rasa. "Duh.. padahal aku kan lagi diet, mana ini udah jam 8 malem, gimana mau nolak coba, ditawarin martabak manis menggoda kayak gini?" Hahaha, makanya belajar menahan diri dong. Coba bayangin kalo kita lagi puasa, entah itu puasa sunnah maupun puasa wajib di bulan Ramadhan. Mau dihadapkan sama nasi uduk kek, nasi kuning kek, nasi bebek kek, ikan bakar kek, gorengan bakwan kek, es buah, es campur, es degan, es kopyor, uuuhh, nahan iler mu...

[Travelogue #2] Terminal Bungurasih dan Bus P4

Hey Tayo Hey Tayo.. Dia bis kecil ramah.. Melaju.. Melambat.. Tayo selalu senang.. Anak kecil jaman now, bis dibilang tayo.. Hmm, gara-gara kartun. Eh bis apa bus sih? Ya pokoknya kendaraan yang itulah. Aku lebih senang nulis bus, tapi baca bis. Belum ngecek di-KBBI sih yang bener yang mana. Bayi 18 bulan-ku seneng banget kalo liat bus, terus dinyanyikan lagu tayo, hehehe.. Sekarang aku mau berbagi pengalaman naik bus berangkat dan pulang kantor. Dimulai dari sebuah terminal. Nama aslinya Terminal Purabaya, tapi orang-orang sering menyebutnya Terminal Bungurasih atau Bungur saja. Berdekatan dengan Bundaran Waru dan City of Tomorrow (Mall Cito) di sebelah utaranya, dan Stasiun Waru di sebelah timurnya. Terminal ini berada di perbatasan antara Surabaya dan Sidoarjo. Menyediakan bus yang melayani perjalanan ke berbagai tujuan, baik dalam kota maupun antarkota. Bus dalam kota biasanya mengantar para penumpang yang kebanyakan adalah warga Sidoarjo yang bekerja di Surabaya,...

Kepala Polisi Dapur

Gambar
Pernah denger istilah seorang istri di rumah itu bertindak sebagai kapolda alias Kepala Polisi Dapur? Aku sempat merasa sama sekali bukan aku, semenjak kehadiran ART. Sempat bersikap bodo amat sama dapur, "Ah buat apa ngurusin dapur, dapurku sudah diambil alih sama orang lain kok." Saking cueknya aku sempet yang sampai gak ngerti lagi posisi pisau dan talenan di mana, posisi panci buat masak mie di sebelah mana. Sampai gak tau bedain mana serbet yang buat bersihin meja sama yang buat bersihin kompor. Bodo amat si mbak mau ngapain di dapur. Apalagi aku dan suami bukan tipe orang yang pilih-pilih makanan, jadi terserah si mbak mau masak apa. Yang penting aku asik sama baby kalo lagi di rumah. Tapi walaupun sudah diserahkan sepenuhnya seperti itu, si mbak tetep aja tiap hari bolak balik nanyain besok mau makan apa? Sayurnya mau dibikin apa? Sayur sop, bening apa tumis? Lauknya mau ikan, ayam, tempe apa telor? Kalo ayam mau digoreng atau diapain? Halah, males tiap hari de...